RSS

VIII. Peran perempuan di domestik dan publik

09 Feb

Women have a vital role to play in the promotion of peace in all sphares of life, in the family, the community, the nation, and the world. Women must participate equally with men in the decision making process which help to promote peace at all the levels (Deklarasi Konferensi Mexico, 1975)
Kelebihan/potensi perempuan:
• Rasa sosial, toleransi, ikatan kelompok
• Jiwa interpreneur (keseimbangan pendapatan-pengeluaran)
• Perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan dasar keluarga, terutama bagi anak-anaknya
• Perajut persatuan dan kesatuan hidup masyarakat, bangsa, dan negara
• Pendidik pertama dan utama bagi generasi penerus keluarga, bangsa, dan negara
Perjuangan Kesetaraan laki-laki dan perempuan (internasional)
• Deklarasi HAM, PBB (1948) memberi aspirasi bagi gerakan feminis untuk memperjuangkan hak-hak perempuan (all human beings are born free and equal in dignity and rights), 1952 hak politik dan ekonomi perempuan diadopsi PBB.
• 1963, gerakan global emasipasi masuk dalam agenda PBB (ECOSOC) untuk diakomodasi Negara anggota, Commission on the Status of Women (1967) memberi aspirasi pada lahirnya PKK.
• Konferensi di Mexico, 1975 menyetujui program WID (Women in Development) sebagai strategi meningkatkan peran wanita.
• Konferensi di Nairobi, 1985 setujui pembentukan UNIFEM lembaga PBB untuk perempuan dengan program WAD (Women and Development) 1979 CEDAW-PBB, melalui UU No. 7 tahun 1984, Indonesia meratifikasi CEDAW.
• Pertemuan di Vienna, 1990 menyetujui program GAD (Gender and Development) dengan strategi Pengarustuaamaan Gender, melalui Keputusan Presiden No. 36 tahun 1990, Indonesia meratifikasi CRC (Convention Rights of Children).
• Konferensi ICPD, Cairo 1994 mengagendakan perlindungan terhadap hak reproduksi perempuan dalam pembangunan yang berkelanjutan.
• Konferensi di Beijing, 1995 merinci 12 keprihatinan terhadap perempuan yang dikenal dengan 12 critical issues.
Secara Nasional antara lain:
§Adanya UUD 1945 yang sudah empat kali diamandemen
tentang Propenas
§UU No. 25 tahun 2000
§UU No. 12 tahun 2000 tentang Pemilu
Presiden No. 9 tahun 2000 tentang
§IInstruksi Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.
Prinsip dasar membangun kesetaran gender di Indonesia
• Menghargai pluralistik
• Pendekatan sosio-kultural
• Peningaktan ekonomi dan kesejahteraan rakyat
• Penegakan HAM dan supremasi hukum
• Penghapusan kekerasan dan diskriminasi
• Penyadaran pilar pembangunan
• Pemerintah: sosialisasi dan advokasi
• Masyarkat: sensitisasi dan advokasi
• Dunia usaha, penyadaran dan advokasi
• Penyatuan persepsi, pemahman, dan penyadaran kepada semua pihak untuk mewujudkan kesetaran gender dan perlindungan anak dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 9, 2009 in Karya Tulis

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

One response to “VIII. Peran perempuan di domestik dan publik

  1. benazir ayu

    September 30, 2011 at 1:48 am

    Selamat pagi..
    Saya butuh referensi buku tentang definisi/ciri-ciri peran perempuan domestik, publik dan egalitarian. Buku atau judul apa yang membahas tentang itu? Terima kasih atas informasinya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: